Listrik 24 Jam di Gayam, Anak-Anak Bisa Belajar Online!
Sebelum 2024, warga Desa Gayam hanya menikmati listrik selama 6 - 8 jam sehari. Anak-anak belajar dengan lampu teplok, ibu-ibu memasak sebelum matahari terbenam, dan gadget jarang terisi penuh. Kini, semua berubah. Berkat program "Listrik Desa Mandiri" dari PLN dan Pemkab Bondowoso, Gayam menikmati listrik 24 jam tanpa bayar tagihan bulanan.
Proyek ini menggunakan sistem hybrid: panel surya di atap balai desa dan mikrohidro dari aliran sungai kecil di kaki Gunung Ijen. Energi disimpan dalam baterai berkapasitas tinggi, lalu didistribusikan ke 120 rumah warga.
Dampaknya luar biasa. Anak-anak bisa belajar online, mengikuti kelas daring, bahkan membuat konten edukasi. UMKM kopi kini menggunakan mesin roasting listrik, meningkatkan kualitas dan efisiensi. Malam hari, desa tidak gelap warga berkumpul di balai desa untuk nonton film edukasi atau diskusi pembangunan.
“Dulu saya takut gelap. Sekarang, malam terasa seperti siang,” kata Ibu Lestari, ibu rumah tangga sekaligus pengrajin kopi.
Yang paling mengharukan, para lansia kini bisa menonton TV dan mendengar berita hal yang dulu hanya impian.
Sistem ini juga ramah lingkungan. Tidak ada emisi, tidak ada bahan bakar fosil. Bahkan, kelebihan energi digunakan untuk mengisi motor listrik warga.
Kini, Gayam jadi percontohan energi terbarukan di Jawa Timur. Banyak desa tetangga datang belajar dan membawa pulang semangat untuk merdeka dari keterbatasan.
Bagi warga Gayam, listrik bukan sekadar fasilitas tapi "cahaya yang menyatukan iman, ilmu, dan kemajuan".
Komentar
Posting Komentar