Gayam Ekspor UMKM ke Eropa Siapa Sangka dari Desa!

Dulu, produk UMKM Desa Gayam hanya laku di pasar Bondowoso. Kini, bubuk kopi organik dan briket cengkeh dari desa ini dikirim ke Jerman, Belanda, dan Prancis berkat kolaborasi dengan platform ekspor digital dan diaspora Indonesia di Eropa.

Semuanya berawal dari pelatihan ekspor yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan. Warga Gayam belajar kemasan internasional, sertifikasi organik, dan negosiasi daring. Mereka mengemas kopi Gayam dengan label “Ijen Highland Arabica” dan briket dari limbah cengkeh sebagai “Eco-Fuel Indonesia”.

Pembeli pertama adalah komunitas vegan di Berlin yang mencari bahan bakar ramah lingkungan. Mereka terkesan dengan keberlanjutan proses produksi di Gayam tanpa bahan kimia, 100% alami.

“Kami tidak menyangka sampah cengkeh bisa jadi barang ekspor,” ujar Bu Martini, ketua kelompok UMKM.

Kini, setiap bulan, 50 kg kopi dan 100 kg briket dikirim via cargo udara. Pendapatan kelompok UMKM naik 400%. Dana ini digunakan untuk modal usaha, biaya sekolah anak, dan dana sosial desa.

Yang paling membanggakan, produk Gayam dipamerkan di pameran dagang Berlin 2025 mewakili UMKM desa Indonesia.

“Dari desa kecil di Jawa Timur, kami tunjukkan bahwa kearifan lokal bisa go global,” kata Kepala Desa.

Bagi warga Gayam, ekspor bukan soal uang—tapi soal harga diri. Bahwa desa mereka layak diakui dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga Gayam Panen Kopi 3x Setahun Ini Rahasia Lokalnya!

Jembatan Kayu Gayam Jadi Lokasi Syuting Film Nasional!

Warga Gayam Tolak Urbanisasi Bangun Desa Lebih Seru!